I am Sam
I am Sam
Walaupun agak kewalahan mengurus Lucy sendiri, sam selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat putrinya itu. dibantu tetangganya Annie — dianne wiest– seorang summa cum laude dari juliard music school. dia lah yang lebih banyak mengajari lucy musik, tarian dan hal hal “pintar” lainnya. selain annie, sam juga dibantu 4 kawannya yang sama2 punya kekurangan tapi punya hati yang sangat besar dan sayang pada lucy seperti pada anak sendiri.
Semakin lucy besar, dia mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitarnya karena ayahnya nggak bisa berlaku seperti ayah lain, yang bisa mengajari banyak hal, bukan sebaliknya. karena justru selama ini lucy lah yang lebih banyak mengajari ayahnya. tapi, lucy lebih bijaksana karena ia justru berusaha untuk nggak menganggap itu hal yang mengganggu. lucy tumbuh jadi anak yang punya pemikiran lebih dewasa dari umurnya.
Akhirnya, petugas yang mengatur kesejahteraan anak merasa lucy nggak akan bisa tumbuh baik jika diasuh oleh ayah yang punya kapasitas otak sama dengan anak umur 7 tahun. maka sam pun dibawa ke pengadila untuk membuktikan dia nggak mampu jadi ayah yang baik untuk lucy.
Sam pun menyewa Rita –michelle pfeiffer–, pengacara bonafide sombong yang “terpaksa” membantu sam dengan gratis, hanya untuk membuktikan pada rekan2nya kalau dia pun bisa beramal dan memberikan bantuan secara gratis.
Sidang demi sidang dilalui, saksi demi saksi dihadirkan. sementara selama proses peradilan berlangsung, sam dan lucy harus berpisah. sam hanya diberi kesempatan bertemu lucy 2 minggu sekali dengan waktu 2 jam setiap pertemuan.
Akan kah perjuangan seorang Sam berhasil untuk medapatkan kembali putrinya ..
Silahkan teman teman tonton sendiri.. :D
"Cinta itu tidak memandang seseorang dari kesempurnaan fisik dan materi, tapi cinta itu dilihat dari seberapa besar seseorang itu dapat memberikan Kebahagiaan dan kenyamanan jika seseorang itu berada dekat dengannya."(Syam)
15.05 | | 0 Comments
PERSAHABATAN
"PERSAHABATAN"
Mendekatlah kemari kau yang ada disana
Ku akan bercerita tentang sebuah kisah
Awal yang begitu indah saat kita bersama
Menjadi sebuah kisah yang tak pernah terlupa
Mendekatlah kemari kau yang jauh disana
Jadikan semua ini kenangan indah
Jabat tangan kita dan jangan pernah terpisah
Jangan kita saling membenci dan memusuhi
Satu tahun kita dalam persahabatan
Jadikan semua ini sebuah persaudaraan
Satu tahun kita dalam persahabatan
Dan tak akan pernah lepas sampai akhir nanti
Ingat perjalan ini Begitu indah
hingga tak terasa..
By : Irma Lemon Tea
03.28 | Label: Laguku | 4 Comments
HUJAN
(Surat ar-Ruum, 48)
16.45 | | 0 Comments
Penasaran...
"Penasaran"
Teman : "... bang di volare ada koleksi Loveparade Compilation 2006 "The Love IS Back" cariin lah..
Me : Love Parade, belum pernah dengar tuh..? siapa yang nyanyi ...? nanti Abang carikan..
Teman : makenya nanya nih karena tak tahu bang... hemm, sebenarnya tau dari darwisdarwis multiply.com.. Abang pernah baca novel Hafalan shalat delisa,? penulisnya tere-liye? Nah itu blog dia...
Me: "pernah bacanya, cuma lupa nama pengarangnya... nanti abg liat blognya, smoga ada petunjuk.. hehehehe
Begitula kira2 sms yang saya terima dari salah satu seorang teman ....., terus terang sejak dapat sms itu, saya jadi penasaran pengen segera mendengarkan lagu lagu yang ada di Love Parade Compilation itu...seperti apa seh lagunya, hingga teman saya begitu ingin segera dapat mendengarkannya.. Namun apa daya, sepulang dari resepsi perkawinan saudara saya, hujan mulai turun dengan semangatnya, dan saya ditakdirkan untuk bersilaturahim ke Radio Mujahidin setelah sholat Isya di Masjid Mujahidin... dan ternyata hujan tetap aja turun hingga subuh, n Alhamdulillah hujan dapat menjadi teman tidur yang menyejukan..
Finallly, sehabis shalat subuh saya mulai melakukan pencarian lagu dari Love Parade Compilation itu.. Dan alhamdulillah dapat juga.. Namun setelah saya mendengarkan lagu lagu dari Album Love Parade Compilation 2006, saya jadi agak optimis kalau teman saya ini ngak bakalan suka dengan music seperti ini... tapi ngak tahu juga lah.. kita coba aja, yang penting janji saya telah tertunaikan.. MERDEKA
15.19 | | 0 Comments
Tafakur
Tafakur
Sang langit seperti sedang menunjukan keperkasaan birunya
Bulan Sabit pun tak mau kalah, ia tampak terang menerangi malam,
Diantara sekumpulan bintang bintang kecil yang berkelip kelip mengelilingi langit
Ah, rasanya malam ini begitu beda
Entah apa yang sedang merasuki perasaan ini
Setiap kepala ini menengadah keatas, melihat lukisan malam dari sang Maha Pencipta,
Tiba tiba saja ada ketenangan di hati
Langit seakan tahu apa yang saat ini kubutuhkan
Bulan seakan merasa, gelapnya hati ini
Bintang seakan mengerti gundahnya diri ini sendiri,
Mereka semua seakan mencoba memberikan suatu isyarat kepadaku
Bahwa kau tak sendiri
Masih ada aku langit,
Masih ada aku bulan
Masih ada aku bintang
Dan yang pasti maseh ada Allah Sang pencipta , yang menciptakan Langit, Bulan, Bintang serta Semua yang ada di dunia ini termasuk kau , "Manusia"
Maka itu Bersyukurlah dengan apa yang telah kau dapatkan sekarang, wahai kau Manusia.
08.26 | | 0 Comments
Senyum
Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah ( Hr Tirmidzi )
Bismillahirrahamanirrahim..
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang yang tersenyum umumnya akan bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.
Senyuman adalah gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah seperti kilatan cahaya, seakan berbicara dan memanggil, sehinggah hati yang mendengarakan terpikat.
Senyuman yang dibuat buat tidaklah sama dengan senyuman yang tulus ikhlas. Senyuman yang dibuat buat adalah sebuah kreasi seni, tak lebih dari sebuah Plastik. sedangkan senyuman yang tulus ikhlas adalah fitrah, ia ibarat bunga yang mekar di tangkainya, indah dipandang mata dan harum baunya, yang menjadikan jiwa terlena dan bersimpati.
Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum akan kemuliaan dan kebesaran pribadi Muhammad saw.
Ketika kita membuka lembaran sirah kehidupa nabi Muhammad SAW, kita tidaka akan peernah berhnenti kagum akan kemuliaan dan kebesaran pribadi Nabi Muhammad SAW.
Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, dan sikap beliau dalam menggunakan segala sarana dalam untuk meluluhkan kalbu setiapa orang dalam setiap kesempatan.
Sarana paling besar yang dilakukan Nabi Muhammad Saw dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi yang berlimpah, meluncur dari biir dan untuk selanjutnya masuk kedalam relung qolbu yang sangat dalam. jangan tanyakan tentang efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, serta menghancurkan tembong penghalang diantara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir diantara dua bibir yang bersih, itulah senyuman..
Suatu ketika Muhammad melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”
Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-sahabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!
Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”
Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang.
Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, akan tetapi membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”
Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar. Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam
14.35 | | 0 Comments















